Friday, November 2, 2012

media informasi muslim edisi1



                               media  informasi muslim

                                                           seputar ilmu

                   Pengertian Iman Menurut Bahasa dan Istilah

Berbicara tentang iman, tentu berbicara tentang keyakinan. Maka secara mutlak orientasi pembahasan dititik beratkan pada jiwa seseorang atau lazimnya di sebut “qalbu”. Hati merupakan pusat dari satu keyakinan, kita semua sepakat bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur pokok kejadian, terbentuknya jazad dan rohani, apabila keduanya pincang atau salah satu di antaranya kurang, maka secara mutlak tidak mungkin terbentuk makhluk yang bernama manusia.
Iman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkan menurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantap dalam hati dan dibuktikan lewat amal perbuatan. Hal ini tercermin dalam salah satu hadis Nabi yang berikut ini:
Terjemahnya:
“Iman itu bukanlah dengan angan-angan tetapi apa yang telah mentap di dalam hatimu dan dibuktikan kebenarannya dengan amal”.
Dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia dikatakan bahwa:
“Iman secara bahasa berasal dari kata anamah yang berarti menganugrahkan rasa aman dan ketentraman, dan yang kedua masuk ke dalam suasana aman dan tentram, pengertian pertama ditunjukkan kepada Tuhan, karena itu salah satu sifat Tuhan yakni, al-Makmun, yaitu Maha Memberi keamanan dan ketentraman kepada manusia melalui agama yang diturunkan lewat Nabi. pengertian kedua dikaitkan dengan manusia. Seorang mukmin (orang yang beriman) adalah mereka memasuki dalam suasana aman dan tentram menerima prinsip yang telah ditetapkan Tuhan”.
Dari beberapa keterangan di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai bahan referensi bahwa pengertian bahwa iman adalah keyakinan yang kuat dan kepercayaan penuh terhadap suatu subjek, gagasan dan doktrin. Dengan kata lain, tidaklah sempurna iman seseorang kalau hanya menyakini dengan hati tanpa dibarengi dengan amal perbuatan.
Sedangkan menurut Istilah, Ali Mustafa al-Ghuraby menyatakan:
“Sesungguhnya Iman itu adalah ma’rifah dan pengakuan kepada Allah swt Dan Rasul-Rasul-Nya (atas mereka keselematan)".
Dan menurut Jumhur Ulama yang dikemukakan oleh al-Kalabadzy:
”Iman itu adalah perkataan, perbuatan dan niat, dan arti niat adalah pembenaran".
Dari definisi bahasa dan istilah diatas. maka dipahami bahwa para pakar sepakat bahwa iman adalah pembenaran dengan hati. Adapaun mengenai ucapan dan pengamalan anggota badan, maka sebagian ulama memasukkannya sebagian dari pada iman sedang lainnya menempatkan sebagai kelengkapan saja.

kumpulan hadis dan al-quran pilihan

QS. Al Baqarah (2) : 272
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah
yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

 QS. An Nuur (24) : 35
… Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki…

 QS. Ar Ra’du (13) : 27-28
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki
orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, (yaitu) orang-orang yang beriman …

QS. Al Hajj (22) : 54
… sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman
kepada jalan yang lurus.

QS. Yunus (10) : 9
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh,
mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya…

seputar berita islam

'Perang Saudara di Suriah akan Menyebar ke Israel'

EPUBLIKA.CO.ID, Salah seorang anggota parlemen Iran mengatakan, jika terjadi perang saudara di Suriah, krisis berikutnya tidak akan terbatas pada Suriah namun akan menyebar ke negara tetangga termasuk Israel.

Mengacu pada eskalasi terbaru dari operasi teroris di Suriah, Seyyed Hossein Naqavi Hosseini mencatat bahwa operasi tersebut dipandu badan intelijen Israel, Mossad.

"Warga Suriah marah atas darah yang telah tertumpah dan menyalahkan rezim Zionis [Israel] sebagai penyebab utama. Oleh karena itu, tidak akan lama lagi mereka akan mengganggu keamanan wilayah-wilayah Israel," katanya, Ahad (3/6).

Menunjuk keputusan terbaru beberapa negara Barat yang mengusir diplomat Suriah sebagai reaksi terhadap pembantaian di Houla, anggota parlemen Iran mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengalihkan perhatian internasional atas usaha intervensi asing di Suriah.

"Jika intervensi asing di Suriah terus berjalan dengan cara yang dilakukan saat ini, situasi di negara ini akan menjadi lebih kritis dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan Barat akan tumbuh," tuturnya.

Dia juga mengkritik pengamat PBB di Suriah yang tidak bertindak menagangi situasi di negara itu, meskipun para pengamat memberikan kesaksian palsu, mereka tidak melakukan apapun untuk menghentikannya.

Pada 25 Mei lalu, bentrokan mematikan pecah antara pasukan Suriah dan kelompok bersenjata di Houla, yang terletak di provinsi tengah Homs. Menurut kepala misi pengamat PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, 108 orang tewas dalam bentrokan tersebut, termasuk 49 anak dan 34 wanita.

Beberapa hari kemudian, pada 30 Mei, pemerintah Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, Kanada, Australia, dan Swiss mengumumkan pengusiran duta besar Suriah dari negara mereka.

Beberapa pemerintah Barat menyalahkan Damaskus atas pembunuhan itu, tetapi penyelidikan pemerintah Suriah atas insiden mematikan itu menunjukkan bahwa kelompok bersenjata anti-Damaskus telah melakukan pembunuhan mematikan itu untuk "membuka jalan intervensi militer asing dengan segala bentuk dan cara ke Suriah.