Monday, September 11, 2017

BANGKITLAH PEMUDA

bangkitlalh dari tidurmu
seperti pahlawan yang bangkit di tengah peperangan
berusaha membangkitkan panas
untuk memuaikan semangat hidup
negeri ini butuh pemuda
yang tak mengenal arti kalah
yang memiliki gaya tarik menarik
dalam meraih kemenengan
medan magnet Negara ini
akan terus menarikmu
memintamu menjadi pahlawan
untuk memajukan negerimu
mecapai puncak kemenangan
kaulah partikel-partikel Negara ini
yang bergerak untuk menghasilkan energy
yang kan terus digunakan
untuk membentuk usaha dan gaya
teruslah melakukan usaha
karana usaha mu
kan berikan gaya tarik ke atas
untuk negeri yang indah ini

Friday, October 23, 2015

#SaveRiau

 
Riau berduka kawan
presiden jokowi belum memperhatikan bencana kabut asap riau serius, jokowi tidak menjadikan bencana kebakaran hutan di riau sebagai bencana nasional, padahal begitu parah di sanah, banyak korban jiwa, riau berduka, kami pemuda desa pasarean turut berduka.
coba perhatikan berita di bawah kawan
#SaveRiau

Liputan6.com, Pekanbaru - Duka mendalam dirasakan Eri Wirya. Kabut asap yang mengepung Pekanbaru, Riau, tak cuma membuat dadanya sesak, tapi juga merenggut buah hati tercintanya.
Ramadhani Lutfi Aerli, bocah 9 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada dini hari tadi karena mengalami gangguan pernapasan. Sebelumnya, murid kelas 3 SD di Jalan Sumatera, Pekanbaru, itu sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Santa Maria.
Namun sejumlah perawatan medis tak mampu menyelamatkan nyawanya karena paru-parunya sudah dipenuhi asap. Isak tangis ayah-ibu dan keluarganya tak terbendung. Setelah disemayamkan beberapa jam di rumah duka, akhirnya jenazah Ramadhani dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Air Hitam, Pekanbaru.
Padahal beberapa hari lalu, 19 Oktober 2015, anaknya masih bisa bersekolah.
Baru sepulang dari sekolah, Ramadhani mulai mengeluh jika pernapasannya terganggu. Sejak saat itu, detik demi detik terasa makin mengimpit dada Eri.
"Hasil pemeriksa medis menyebutkan kalau paru-paru anak saya ini penuh dengan asap, sehingga tidak mendapat oksigen yang cukup," ucap Eri Wirya, ayah bocah malang ini di Pekanbaru, Riau, Rabu (21/10/2015).
"Lalu pada Selasa (20 Oktober 2015), almarhum demam tinggi dan kejang-kejang. Kami sempat beri obat demam dan tak sadarkan diri. Makanya kami bawa ke Rumah Sakit Santa Maria," tutur dia.

Setibanya di rumah sakit, kondisi sang anak kian memburuk dan tak sadarkan diri. "Dokter langsung memberikan penanganan awal dengan menginfus, memberi oksigen, dan uap. Namun Ramadhani tak juga sadar," ucap Eri.
Sirnanya Harapan

Lalu pukul 01.00 WIB tadi, sang anak sempat sadar dan memanggil ibunya. Eri sempat mendapat secercah harapan. Namun harapan itu hilang setelah sang anak kembali tak sadarkan diri.

"Kemudian dokter menekan-nekan dadanya. Saya tidak tega melihatnya, saya istighfar. Kemudian subuhnya anak saya sudah tiada," kisah sang ayah dengan berurai air mata.

Dengan kondisi badan tak bernyawa lagi, bocah malang itu kemudian dibawa ke rumah duka, Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pekanbaru Kota, Riau.


Meski sudah ikhlas, Eri mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini. Dia tak ingin lagi ada korban jiwa lainnya karena kabut asap yang hampir 4 bulan menyelimuti Riau tak kunjung teratasi.

"Saya minta pemerintah bertanggung jawab atas hal ini. Jangan sampai ada korban lainnya berjatuhan, sudah cukup rasanya," ucap Eri.

Meninggalnya Ramadhani kian memperpanjang daftar korban tewas karena kabut asap. Sebelumnya, ada bocah 12 tahun Muhanum Angriawati dan seorang PNS meninggal karena kabut asap. (Ndy/Mut)*

Monday, October 5, 2015

generasi muda tanpa narkoba

Bahaya Narkoba

Bahaya Narkoba-, Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya, istilah narkoba ini sangat berkaitan dengan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya. Bahaya narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu narkoba tersebut, oleh karena itulah saya dalam situs yang ini ingin sekali berbagi pengetahuan tentang bahaya narkoba. Di samping memberikan informasi-informasi tentang pengobatan herbal  situs ini juga ingin berbagi tentang informasi kesehatan lainnya yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca, seperti informasi tentang bahaya narkoba yang akan kita bahas sekarang.

Bahaya Narkoba Bagi Pecandunya

Bahaya Narkoba Bagi PecandunyaBahaya Narkoba-, Bagi pecandu, bahaya narkobatidak hanya merugikan masalah fisik saja tetapi akan mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Sebenarnya narkoba ini merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang mau dioperasi atau sebagai obat untuk penyakit tertentu, tetapi persepsi tersebut disalah artikan akibat penggunaan di luar fungsinya dan dengan dosis yang di luar ketentuan. Apabila disalah gunakan, bahaya narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial.
1) Bahaya narkoba terhadap fisik
  • Gangguan pada system syaraf (neurologis)
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler)
  • Gangguan pada kulit (dermatologis)
  • Gangguan pada paru-paru (pulmoner)
  • Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  • Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
  • Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
2) Bahaya narkoba terhadap psikologi
  • Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah
  • Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  • Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  • Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  • Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
3) Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial
  • Gangguan mental
  • Anti-sosial dan asusila
  • Dikucilkan oleh lingkungan
  • Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  • Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram

Bahaya Narkoba Sesuai Jenisnya

Bahaya narkoba-, Narkoba memang memiliki jenis yang berbeda beda, tentu efek yang bisa ditimbulkan pun bisa berbeda beda sesuai jenisnya. Berikut adalah bahaya narkoba sesuai jenisnya:
1) Opioid:
  • Depresi berat
  • Apatis, gugup dan gelisah
  • Banyak tidur, rasa lelah berlebihan
  • Malas bergerak, kejang-kejang, dan denyut jantung bertambah cepat
  • Selalu merasa curiga, rasa gembira berlebihan, rasa harga diri meningkat
  • Banyak bicara namun cadel, pupil mata mengecil
  • Tekanan darah meningkat, berkeringat dingin
  • Mual hingga muntah
  • luka pada sekat rongga hidung
  • Kehilangan nafsu makan, turunnya berat badan
2) Kokain
  • Denyut jantung bertambah cepat
  • Gelisah, banyak bicara
  • Rasa gembira berlebihan, rasa harga diri meningkat
  • Kejang-kejang, pupil mata melebar
  • Berkeringat dingin, mual hingga muntah
  • Mudah berkelahi
  • Pendarahan pada otak
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Pergerakan mata tidak terkendali
  • Kekakuan otot leher
3) Ganja
  • Mata sembab, kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
  • Sering melamun, pendengaran terganggu, selalu tertawa
  • Terkadang cepat marah
  • Tidak bergairah, gelisah
  • Dehidrasi, liver
  • Tulang gigi keropos
  • Saraf otak dan saraf mata rusak
  • Skizofrenia
4)Ectasy
  • Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat, berkeringat
  • Sulit tidur
  • Kerusakan saraf otak
  • Dehidrasi
  • Gangguan liver
  • Tulang dan gigi keropos
  • Tidak nafsu makan
  • Saraf mata rusak
5) Shabu-shabu:
  • Enerjik
  • Paranoid
  • Sulit tidur
  • Sulit berfikir
  • Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
  • Banyak bicara
  • Denyut jantung bertambah cepat
  • Pendarahan otak
  • Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
6)Benzodiazepin:
  • Berjalan sempoyongan
  • Wajah kemerahan
  • Banyak bicara tapi cadel
  • Mudah marah
  • Konsentrasi terganggu
  • Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
Demikian yang dapat saya tulis dalam artikel tentang bahaya narkoba ini, semoga pembaca dapat lebih memahami akan bahaya narkoba tersebut dan menjauhinya. Terima kasih atas kunjungannya.
(http://obatkistaovarium.net/bahaya-narkoba/)

Monday, September 28, 2015

Peran Pemuda Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup

Peran Pemuda Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup

Peran pemuda dalam melestarikan lingkungan hidup sangat besar. Pemuda merupakan generasi penerus yang kelak akan mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya. Bahkan harus meneruskan warisan itu kepada generasi yang akan datang.
Warisan kekayaan alam dan lingkungan hidup ibarat tongkat estafet di mana pemuda menjadi bagian di dalamnya. Agar estafet dan amanat itu terjaga, tidak bisa tidak, pemuda harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup.

Kekayaan alam merupakan warisan yang harus diteruskan
Sejarah mencatat, pemudaselalu menempati peran yang sangat strategis dari setiap peristiwa penting yang terjadi. Bahkan pemuda menjadi tulang punggung dari keutuhan perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang ketika itu. Termasuk ketika bergulirnya era reformasi.
Beberapa fakta diantaranya: Dr. Soetomo mendirikan Budi Utomo (1908) pada usia belum genap 20 tahun, Soewardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) mendirikan Indische Partij (1914) pada usia 20 tahun, Bung Karno beken di panggung politik pada usia 22 tahun, Bung Hatta mendirikan Perhimpunan Indonesia (1924) di Belanda pada usia 21 tahun.
Kini, kerusakan alam negeri ini semakin tidak terkendali di mana laju deforestasi hutan, pencemaran udara dan pencemaran airkrisis air bersih, langkanya fauna dan flora, hingga musnahnya terumbu karang semakin nyata. Negeri yang melimpah akan kekayaan alam dan lingkungan hidup semakin terancam. Warisan berharga ini mulai terkoyak dan tercabik-cabik.
Pemuda, sebagai pewaris dan penerus estafet kekayaan alam, sekali lagi harus membuktikan peran menjadi pemimpin dan pelopor usaha pelestarian lingkungan hidup. Estafet kekayaan alam Indonesia harus terus berlanjut.
Ayo Pemuda, sekarang saatnya berbenah (packing), puncak gunung sudah terlihat.
( sumber artikel : http://alamendah.org/2010/10/27/peran-pemuda-dalam-melestarikan-lingkungan-hidup/ )

Sunday, September 20, 2015

forum silaturahmi pemuda desa and bradhers

bermimpi tentang masa depan itu penting, karena mimpi merupakan cerminan untuk menggapai cita-cita. Cita-cita yang akan ada dalam hidup kita hari ini, esok, ataupun masa yang akan datang.
Jangan berlarut-larut dalam mimpimu dalam menggapai cita-cita, karena mimpimu hari ini bisa jadi cita-citamu hari ini, esok, dan masa yang akan datang. bergegas lakukan yang kamu bisa dan kamu mampu untuk itu saat ini.
Generasi muda harus berani bekerja keras dengan kemampuannya, bagaimanapun usahanya generasi muda adlah generasi pengharapan bagi bangsa.
Jangan hanya berani berpendapat dengan cara yang negatif seperti tawuran.
Generasi muda harus berani berpendapat, tentunya dengan tanggung jawab yang besar.
Salam generasi muda!!! bangkitkan prestasimu, bangkitkan negerimu

Generasi Muda Sebagai Pelopor Perkembangan Teknologi Indonesia

 
Di manapun di negeri ini, perubahan itu datang dari orang muda. Jika kita melihat jauh ke belakang, perjuangan kemerdekaan Indonesia tak bisa dilepaskan dari semangat kaum mudanya. Beralihnya kekuasaan dari Orde Baru juga karena kekuatan generasi muda (mahasiswa), hingga kemudian tonggak reformasi berdiri di negara ini.
Bahkan Bung Karno, tokoh besar bangsa Indonesia pernah berkata. "Berikan Saya sepuluh pemuda, maka Saya akan mengubah dunia." Orang sekelas Bung Karno saja percaya dengan kekuatan kaum muda yang bisa membawa perubahan. Tentu saja, hal itu masih berlaku hingga saat ini, jika para generasi muda bisa mengejewantahkan semangat, optimisme, kedinamisan, dan jiwa revolusioner para kaum muda.

Di zaman yang serba berteknologi canggih sekarang, jiwa kaum muda tentu tak hanya sekedar semangat menggebu-gebu saja. Jiwa-jiwa yang penuh perubahan itu harus diselaraskan dengan penguasaan terhadap kemajuan teknologi. Karena kehidupan manusia sekarang sudah tak bisa lagi dipisahkan dari pergerakan dunia teknologi.

Information Communication Technology (ICT) atau teknologi komunikasi informasi adalah salah satu tonggak peradaban dunia saat ini. Mulai dari televisi, handphone, hingga internet sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita. Malah teknologi mengambil satu posisi penting dalam kehidupan manusia. Alat-alat canggih tersebut sudah menjadi bagian pelengkap dalam perkembangan dunia, termasuk dalam refleksi jiwa kaum muda.

Dalam Digital Grown Up (2009), Dan Tapscott bertutur soal datangnya era konektivitas. Zaman di mana semua sendi kehidupan, dari yang substansial hingga hal remeh-temeh, terakomodasi pada medium teknologi koneksi sosial internet. Pertanyaan tentang buku baru atau harga sebuah buku, misalnya, tak lagi ditanyakan kepada teman kuliah yang baru pulang dari toko buku. Namun, cukup diketikkan kata kunci pada mesin pencari (search engine) yang ada pada internet.

Menguasai Teknologi

Pemuda adalah ujung tombak terhadap perubahan suatu Negara tertentu, maka pemuda harus bisa menguasai perkembangan teknologi masa kini. Pemuda harus mampu memanfaatkan teknologi untuk terus mengobarkan perubahan menuju kemajuan ke arah yang lebih baik bagi negeri ini. Karena perjuangan sekarang bukan lagi bergerilya di dalam hutan. Perjuangan di zaman serba canggih ini adalah peperangan dalam menguasai teknologi-teknologi serba mutakhir.

Tidak bisa kita pungkiri lagi, kalau ternyata masih banyak masyarakat kita yang masih gagap teknologi. Belum adanya kemerdekaan teknologi ini terutama terjadi di daerah-daerah pelosok yang pastinya belum tersentuh oleh alat-alat komunikasi dan informasi yang berbasis teknologi. Jangankan memikirkan perkembangan teknologi, untuk memikirkan besok mau makan pakai apa sudah begitu banyak menyita waktu mereka.

Di sinilah kemudian muncul permasalahan jurang digital (digital divide) di tengah-tengah masyarakat kita. Banyak warga terutama di daerah-daerah di mana infrastruktur teknologi masih belum menyentuh kehidupan mereka, tentu saja tak mampu mengoperasionalkan perangkat teknologi tersebut. Masalah ini tentu saja dapat merintangi laju perkembangan sosial dan ekonomi, serta meninggalkan wilayah-wilayah yang lebih kurang jauh di belakang.

Masalah digital divide semakin menyulitkan kita untuk mendapatkan kemerdekaan teknologi tersebut. Penerapan teknologi secara meluas di kalangan warga akan terasa lambat, karena ditambah lagi dengan sejumlah hambatan dalam aspek demografi, perilaku, budaya, fungsional, dan juga teknologi. Teknologi akhirnya menjadi penyebab jurang komunikasi yang semakin lebar di dalam masyarakat.

Pada bagian inilah kemudian tugas generasi muda bertambah satu lagi, membebaskan masyarakat Indonesia dari kegagapan akan teknologi tersebut. Kita sebagai pemuda harus ikut mendorong kebijakan untuk memasyarakatkan teknologi hingga ke seluruh pelosok Tanah Air. Kaum muda sebagai generasi pembawa perubahan, harus mampu membawa kehidupan masyarakat ke zaman teknologi canggih, tanpa membeda-bedakan golongannya. Sehingga, tak ada lagi masyarakat yang terjajah dalam perkembangan teknologi masa kini. Semua masyarakat pun bisa melanjutkan perjuangan di era digital ini.

Usaha ini memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa berhasil. Hanya memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengimplementasikannnya dan kemudian dapat melihat hasilnya. Selan itu, juga membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun pastinya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Semuanya harus dicoba. Tentu saja ini tanggung jawab yang besar bagi para generasi muda Indonesia, sebagai generasi pembawa perubahan. (http://holicthehellboy.blogspot.co.id)

gerakan peduli lingkungan

Memilah Sampah

untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Kisah bapak Jamahi yang sangat peduli terhadap masalah lingkungan terutama masalah sampah.

Masalah kebersihan lingkungan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab setiap orang. Namun sayangnya banyak keluarga Indonesia masih menyepelekan masalah kebersihan lingkungan. Padahal justru kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkunganlah yang menjadi faktor utama yang dibutuhkan agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Lewat Project Sunlight Living Challenge, Unilever mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli pada lingkungan demi masa depan generasi mendatang. Keluarga Jamahi Suragih dari Medan menjadi salah satu keluarga yang sudah mengikuti Sunlight Living Challenge ini. Salah satu yang menjadi tantangan adalah bagaimana pak Jamahi mengajak anggota keluarganya untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.
Pak Jamahi yang merupakan seorang kepala sekolah memang sangat peduli terhadap masalah lingkungan terutama masalah sampah di lingkungan rumah dan tempat kerjanya. Pernah suatu ketika ia menghentikan mobil yang dikendarainya karena anaknya membuang kulit buah rambutan melalui jendela mobil. Pak Jamahi kemudian menyuruh anaknya memungut sampah yang tadi dibuangnya dan menasehati anaknya agar tidak membuang sampah sembarangan. Pak Jamahi juga pernah menegur istrinya yang membuang tissue melalui jendela mobil. Sejak saat itu anak dan istrinya mulai membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.
Setelah mengikuti Sunlight Living Challenge, setiap anggota keluarga pak Jamahi mulai membiasakan membuang sampah dan memilahnya sesuai dengan jenis organik dan anorganik. Meskipun pada awalnya sulit, tapi lama kelamaan kebiasaan memilah-milah sampah mulai terlihat. Apalagi pak Jamahi memang sudah menyiapkan dua tempat sampah di masing-masing tempat di rumahnya untuk sampah organik dan anorganik.
Ketika tim mengunjungi rumah keluarga pak Jamahi di Medan, bapak Jamahi sedang menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik kepada anak-anaknya. Beliau juga menjelaskan bahwa sampah-sampah tersebut masih bisa dimanfaatkan. Sampah organik misalnya, masih bisa dijadikan pupuk kompos, sementara anorganik bisa dibuat menjadi barang lainnya.
Hari itu keluarga pak Jamahi juga sibuk membuar cairan MOL yang terbuat dari campuran papaya busuk, air cucian beras, serta gula pasir. Cairan ini nantinya akan digunakan sebagai dekomposer kompos organik dari sampah keluarga. Setelah selesai membuat cairan MOL, tidak lupa pak Jamahi mengajak anak-anaknya untuk mencuci tangan dengan air dan sabun Lifebuoy.
Tidak hanya berupaya menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri juga harus dijaga agar tercipta lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan Unilever dalam mengajak Anda untuk bergabung dalam Project Sunlight Living Challenge. Ikuti terus kisah keluarga pak Jamahi dan keluarga