Monday, September 28, 2015

Peran Pemuda Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup

Peran Pemuda Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup

Peran pemuda dalam melestarikan lingkungan hidup sangat besar. Pemuda merupakan generasi penerus yang kelak akan mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya. Bahkan harus meneruskan warisan itu kepada generasi yang akan datang.
Warisan kekayaan alam dan lingkungan hidup ibarat tongkat estafet di mana pemuda menjadi bagian di dalamnya. Agar estafet dan amanat itu terjaga, tidak bisa tidak, pemuda harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup.

Kekayaan alam merupakan warisan yang harus diteruskan
Sejarah mencatat, pemudaselalu menempati peran yang sangat strategis dari setiap peristiwa penting yang terjadi. Bahkan pemuda menjadi tulang punggung dari keutuhan perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang ketika itu. Termasuk ketika bergulirnya era reformasi.
Beberapa fakta diantaranya: Dr. Soetomo mendirikan Budi Utomo (1908) pada usia belum genap 20 tahun, Soewardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) mendirikan Indische Partij (1914) pada usia 20 tahun, Bung Karno beken di panggung politik pada usia 22 tahun, Bung Hatta mendirikan Perhimpunan Indonesia (1924) di Belanda pada usia 21 tahun.
Kini, kerusakan alam negeri ini semakin tidak terkendali di mana laju deforestasi hutan, pencemaran udara dan pencemaran airkrisis air bersih, langkanya fauna dan flora, hingga musnahnya terumbu karang semakin nyata. Negeri yang melimpah akan kekayaan alam dan lingkungan hidup semakin terancam. Warisan berharga ini mulai terkoyak dan tercabik-cabik.
Pemuda, sebagai pewaris dan penerus estafet kekayaan alam, sekali lagi harus membuktikan peran menjadi pemimpin dan pelopor usaha pelestarian lingkungan hidup. Estafet kekayaan alam Indonesia harus terus berlanjut.
Ayo Pemuda, sekarang saatnya berbenah (packing), puncak gunung sudah terlihat.
( sumber artikel : http://alamendah.org/2010/10/27/peran-pemuda-dalam-melestarikan-lingkungan-hidup/ )

Sunday, September 20, 2015

forum silaturahmi pemuda desa and bradhers

bermimpi tentang masa depan itu penting, karena mimpi merupakan cerminan untuk menggapai cita-cita. Cita-cita yang akan ada dalam hidup kita hari ini, esok, ataupun masa yang akan datang.
Jangan berlarut-larut dalam mimpimu dalam menggapai cita-cita, karena mimpimu hari ini bisa jadi cita-citamu hari ini, esok, dan masa yang akan datang. bergegas lakukan yang kamu bisa dan kamu mampu untuk itu saat ini.
Generasi muda harus berani bekerja keras dengan kemampuannya, bagaimanapun usahanya generasi muda adlah generasi pengharapan bagi bangsa.
Jangan hanya berani berpendapat dengan cara yang negatif seperti tawuran.
Generasi muda harus berani berpendapat, tentunya dengan tanggung jawab yang besar.
Salam generasi muda!!! bangkitkan prestasimu, bangkitkan negerimu

Generasi Muda Sebagai Pelopor Perkembangan Teknologi Indonesia

 
Di manapun di negeri ini, perubahan itu datang dari orang muda. Jika kita melihat jauh ke belakang, perjuangan kemerdekaan Indonesia tak bisa dilepaskan dari semangat kaum mudanya. Beralihnya kekuasaan dari Orde Baru juga karena kekuatan generasi muda (mahasiswa), hingga kemudian tonggak reformasi berdiri di negara ini.
Bahkan Bung Karno, tokoh besar bangsa Indonesia pernah berkata. "Berikan Saya sepuluh pemuda, maka Saya akan mengubah dunia." Orang sekelas Bung Karno saja percaya dengan kekuatan kaum muda yang bisa membawa perubahan. Tentu saja, hal itu masih berlaku hingga saat ini, jika para generasi muda bisa mengejewantahkan semangat, optimisme, kedinamisan, dan jiwa revolusioner para kaum muda.

Di zaman yang serba berteknologi canggih sekarang, jiwa kaum muda tentu tak hanya sekedar semangat menggebu-gebu saja. Jiwa-jiwa yang penuh perubahan itu harus diselaraskan dengan penguasaan terhadap kemajuan teknologi. Karena kehidupan manusia sekarang sudah tak bisa lagi dipisahkan dari pergerakan dunia teknologi.

Information Communication Technology (ICT) atau teknologi komunikasi informasi adalah salah satu tonggak peradaban dunia saat ini. Mulai dari televisi, handphone, hingga internet sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita. Malah teknologi mengambil satu posisi penting dalam kehidupan manusia. Alat-alat canggih tersebut sudah menjadi bagian pelengkap dalam perkembangan dunia, termasuk dalam refleksi jiwa kaum muda.

Dalam Digital Grown Up (2009), Dan Tapscott bertutur soal datangnya era konektivitas. Zaman di mana semua sendi kehidupan, dari yang substansial hingga hal remeh-temeh, terakomodasi pada medium teknologi koneksi sosial internet. Pertanyaan tentang buku baru atau harga sebuah buku, misalnya, tak lagi ditanyakan kepada teman kuliah yang baru pulang dari toko buku. Namun, cukup diketikkan kata kunci pada mesin pencari (search engine) yang ada pada internet.

Menguasai Teknologi

Pemuda adalah ujung tombak terhadap perubahan suatu Negara tertentu, maka pemuda harus bisa menguasai perkembangan teknologi masa kini. Pemuda harus mampu memanfaatkan teknologi untuk terus mengobarkan perubahan menuju kemajuan ke arah yang lebih baik bagi negeri ini. Karena perjuangan sekarang bukan lagi bergerilya di dalam hutan. Perjuangan di zaman serba canggih ini adalah peperangan dalam menguasai teknologi-teknologi serba mutakhir.

Tidak bisa kita pungkiri lagi, kalau ternyata masih banyak masyarakat kita yang masih gagap teknologi. Belum adanya kemerdekaan teknologi ini terutama terjadi di daerah-daerah pelosok yang pastinya belum tersentuh oleh alat-alat komunikasi dan informasi yang berbasis teknologi. Jangankan memikirkan perkembangan teknologi, untuk memikirkan besok mau makan pakai apa sudah begitu banyak menyita waktu mereka.

Di sinilah kemudian muncul permasalahan jurang digital (digital divide) di tengah-tengah masyarakat kita. Banyak warga terutama di daerah-daerah di mana infrastruktur teknologi masih belum menyentuh kehidupan mereka, tentu saja tak mampu mengoperasionalkan perangkat teknologi tersebut. Masalah ini tentu saja dapat merintangi laju perkembangan sosial dan ekonomi, serta meninggalkan wilayah-wilayah yang lebih kurang jauh di belakang.

Masalah digital divide semakin menyulitkan kita untuk mendapatkan kemerdekaan teknologi tersebut. Penerapan teknologi secara meluas di kalangan warga akan terasa lambat, karena ditambah lagi dengan sejumlah hambatan dalam aspek demografi, perilaku, budaya, fungsional, dan juga teknologi. Teknologi akhirnya menjadi penyebab jurang komunikasi yang semakin lebar di dalam masyarakat.

Pada bagian inilah kemudian tugas generasi muda bertambah satu lagi, membebaskan masyarakat Indonesia dari kegagapan akan teknologi tersebut. Kita sebagai pemuda harus ikut mendorong kebijakan untuk memasyarakatkan teknologi hingga ke seluruh pelosok Tanah Air. Kaum muda sebagai generasi pembawa perubahan, harus mampu membawa kehidupan masyarakat ke zaman teknologi canggih, tanpa membeda-bedakan golongannya. Sehingga, tak ada lagi masyarakat yang terjajah dalam perkembangan teknologi masa kini. Semua masyarakat pun bisa melanjutkan perjuangan di era digital ini.

Usaha ini memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa berhasil. Hanya memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengimplementasikannnya dan kemudian dapat melihat hasilnya. Selan itu, juga membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun pastinya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Semuanya harus dicoba. Tentu saja ini tanggung jawab yang besar bagi para generasi muda Indonesia, sebagai generasi pembawa perubahan. (http://holicthehellboy.blogspot.co.id)

gerakan peduli lingkungan

Memilah Sampah

untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Kisah bapak Jamahi yang sangat peduli terhadap masalah lingkungan terutama masalah sampah.

Masalah kebersihan lingkungan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab setiap orang. Namun sayangnya banyak keluarga Indonesia masih menyepelekan masalah kebersihan lingkungan. Padahal justru kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkunganlah yang menjadi faktor utama yang dibutuhkan agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Lewat Project Sunlight Living Challenge, Unilever mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli pada lingkungan demi masa depan generasi mendatang. Keluarga Jamahi Suragih dari Medan menjadi salah satu keluarga yang sudah mengikuti Sunlight Living Challenge ini. Salah satu yang menjadi tantangan adalah bagaimana pak Jamahi mengajak anggota keluarganya untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.
Pak Jamahi yang merupakan seorang kepala sekolah memang sangat peduli terhadap masalah lingkungan terutama masalah sampah di lingkungan rumah dan tempat kerjanya. Pernah suatu ketika ia menghentikan mobil yang dikendarainya karena anaknya membuang kulit buah rambutan melalui jendela mobil. Pak Jamahi kemudian menyuruh anaknya memungut sampah yang tadi dibuangnya dan menasehati anaknya agar tidak membuang sampah sembarangan. Pak Jamahi juga pernah menegur istrinya yang membuang tissue melalui jendela mobil. Sejak saat itu anak dan istrinya mulai membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.
Setelah mengikuti Sunlight Living Challenge, setiap anggota keluarga pak Jamahi mulai membiasakan membuang sampah dan memilahnya sesuai dengan jenis organik dan anorganik. Meskipun pada awalnya sulit, tapi lama kelamaan kebiasaan memilah-milah sampah mulai terlihat. Apalagi pak Jamahi memang sudah menyiapkan dua tempat sampah di masing-masing tempat di rumahnya untuk sampah organik dan anorganik.
Ketika tim mengunjungi rumah keluarga pak Jamahi di Medan, bapak Jamahi sedang menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik kepada anak-anaknya. Beliau juga menjelaskan bahwa sampah-sampah tersebut masih bisa dimanfaatkan. Sampah organik misalnya, masih bisa dijadikan pupuk kompos, sementara anorganik bisa dibuat menjadi barang lainnya.
Hari itu keluarga pak Jamahi juga sibuk membuar cairan MOL yang terbuat dari campuran papaya busuk, air cucian beras, serta gula pasir. Cairan ini nantinya akan digunakan sebagai dekomposer kompos organik dari sampah keluarga. Setelah selesai membuat cairan MOL, tidak lupa pak Jamahi mengajak anak-anaknya untuk mencuci tangan dengan air dan sabun Lifebuoy.
Tidak hanya berupaya menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri juga harus dijaga agar tercipta lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan Unilever dalam mengajak Anda untuk bergabung dalam Project Sunlight Living Challenge. Ikuti terus kisah keluarga pak Jamahi dan keluarga

peduli lingkungan

Pengertian Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup - Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
LINGKUNGAN HIDUP
Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.
Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.   Unsur Hayati (Biotik)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.
2.   Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
3.   Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.


Sumber:


http://ipehuli.blogspot.com/2009/08/pengertian-lingkungan-

forum silaturahmi pemuda desa pasarean


BANGKITLAH PEMUDA !

bangkitlalh dari tidurmu
seperti pahlawan yang bangkit di tengah peperangan
berusaha membangkitkan panas
untuk memuaikan semangat hidup
negeri ini butuh pemuda
yang tak mengenal arti kalah
yang memiliki gaya tarik menarik
dalam meraih kemenengan
medan magnet Negara ini
akan terus menarikmu
memintamu menjadi pahlawan
untuk memajukan negerimu
mecapai puncak kemenangan
kaulah partikel-partikel Negara ini
yang bergerak untuk menghasilkan energy
yang kan terus digunakan
untuk membentuk usaha dan gaya
teruslah melakukan usaha
karana usaha mu
kan berikan gaya tarik ke atas
untuk negeri yang indah ini